Feedback

Setiap buku terutama yang berkaitan dengan sejarah pasti selalu mendapatkan koreksi. Hal ini terjadi mengingat sejarah bagi setiap orang mempunyai ceritanya sendiri-sendiri.

Cerita yang diterima oleh setiap orang tentu akan berbeda dengan orang lainnya. Biasanya hal itu terjadi oleh berbagai faktor. Perbedaan yang paling utama terjadi karena perbedaan  pengetahuan dan informasi. Berikut,  salah satu Feedback yang dilakukan saudara Lukman Gultom untuk buku Raja Batak.

Feedback ini terjadi melalui pesan singkat yang diterima oleh penulis Raja Batak, Sadar Sibarani.

– Sdr. Sadar, sekiranya ditanya siapakah Sadar Sibarani? Apakah ada sebagus MO Parlindungan atau jauh lebih buruk? Dalam hal pemahaman tarombo Raja-Raja Batak dan konflik.

+ Saya sangat berterimakasih atas segala kritik, pendapat dan opini.

– Mengapa perjanjian Raja-raja Toba diadakan di Janjiraja? Dan setelah menghancurkan Muara, berapa kali Raja Sisingamangaraja kel. Sumba menyerang kel. Ilontungon di Samosir?

Catatan: Dihubungi langsung ke nomor yang bersangkutan dan menanyakan identitas sekaligus bertanya apakah sudah pernah membaca buku karya MO Parlindungan dijawab oleh Lukman, belum.

+ Bagaimana mungkin membandingkan dua buku karya dua orang yang berbeda, kalau Anda sendiri belum membacanya.

– Cap Sisingamangaraja kan: Ahu Raja Sisingamaraja Mian di Bakkara. Tidak sama dengan yang Amang bilang adalah Raja Batak artinya ada raja lain di Batak yang bukan dalam naungannya.

+ Ada banyak Raja Batak, lebih jelasnya baca nanti dalam cetakan ke-3 yang akan beredar dalam waktu dekat.

– Tapi uraian Amang isinya politis dan diplomatis untuk versi Balige dipoles dan versi Raja Sariburaja dilecehkan terutama Raja Lontung.

+ Seingat saya tidak ada kalimat yang melecehkan siapapun dalam buku tersebut. Kalau ada tolong bantu saya tertulis di halaman berapa dan bagaimana bunyi kalimatnya. Dan perlu Anda ketahui penerbit buku tersebut dan begitu pula editornya adalah turunan Raja Lontung. Kalau ada kalimat yang melecehkan (Raja Lontung) sudah pasti mereka yang lebih dulu protes.

– Mungkin yang Amang lobi untuk penerbit dan editornya bukan orang yang paham dan kritis tentang tarombo Raja-Raja Batak.

+Jangan berburuk sangka, untuk jelasnya coba baca apa kata penerbitnya dalam buku tersebut.

Published in: on April 2, 2007 at 2:53 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://rajabatak.wordpress.com/2007/04/02/feedback/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: